Padangsidimpuan,-
Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan melalui Puskesmas Sadabuan ditengarai terus menggelontorkan anggaran untuk Pustu Pangkal Dolok meski kondisinya berubah dari ruang manusia menjadi ruang Rawat "Hantu".
Fungsi Puskesmas Pembantu (Pustu) Pangkal Dolok yang berubah jadi Ruang Rawat Inap "Hantu" tersebut disebabkan tidak pernah disinggahi oleh petugas nakes yang bertugas di Pustu tersebut sehingga daripada sayang mending ditempati kata salah satu hantu, mungkin demikianlah ocehan hantu jika dikonfirmasi wartawan.
Saat wartawan mendatangi Pustu Pangkal Dolok, Kec. Padangsidimpuan Utara, Jum'at (29/08) tampak rumput liar sudah merambat ke halaman dan Selasar pendopo Pustu hingga melilit plank merk yang bertuliskan Tanah ini milik Pemerintah Kota Padangsidimpuan dengan ketinggian hampir 1.1/2 meter.
Kondisi itu menunjukkan tidak adanya perawatan dan tidak ditemukannya aktifitas dalam tempo waktu yang sudah cukup lama.
Aktifis underground Adi Martua Harahap dan Samsul Hasibuan menyayangkan pengalokasian anggaran untuk Pustu Pangkal yang terus dialokasikan , sementara manfaatnya tidak dirasakan oleh rakyat.
"Pengalokasian anggaran tersebut terkesan/diduga lebih condong kepada hanya untuk mendapatkan keuntungan dari fee proyek semata daripada manfaat yang dirasakan oleh rakyat sebagai output ", jelas Sagi.
Jika memang tidak difungsikan, seharusnya sebelum mengalokasikan anggaran baiknya terlebih dahulu dilakukan kajian tentang hasil output apa yang diterima rakyat jika proyek tersebut dibangun, tandasnya.
Kalau memang akhirnya Pustu tersebut tidak digunakan lebih baik tidak mengalokasikan anggaran untuk membangunnya karena ini masuk kategori pemborosan keuangan negara.
Penampakan lain di lokasi, selain tidak adanya perawatan ternyata pada tahun 2024 lalu Dinas Kesehatan terus mengalokasikan anggaran untuk Plank Merk yang anggarannya fantastis mencapai Rp. 250.000.000 .
Plank Merk ini dikerjakan oleh CV. Naurah Utama beralamat di Kampung Kelapa Lingkungan 3 Timbangan Kec. Padangsidimpuan Utara.
Kadis Kesehatan Padangsidimpuan, Balyan dan Kapus Sadabuan Giofani Simbolon, Skm. saat dikonfirmasi wartawan tidak memberi jawaban terkait kondisi Pustu yang ditempati "hantu" tersebut.
Aksi diam mereka ini tidak jelas diketahui kenapa, apakah dikarenakan diingatkan guru spiritual mereka agar jangan sekali-kali menjawab pertanyaan wartawan atau bingung mau bagaimana mempertanggungjawabkan anggaran pemeliharaan Pustu tersebut. *(tim)
Social Plugin