Medan,-
Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu mengadakan konferensi pers di Kantor PW Al Washliyah Sumatera Utara pada (30/9). Berikut pernyataan sikap mahasiswa tersebut;
Represifitas Aparat di Medan, Aksi Pelanggaran HAM yang Mencoreng Wajah Pemerintah
Medan, 29 Agustus 2025
Kami, Aliansi Mahasiswa Bersatu yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), dan BEM Nusantara menyatakan duka cita mendalam atas insiden tragis akibat tindakan represif aparat di Kota Medan hari ini. Kejadian ini bukan hanya menjadi luka bagi korban, tetapi juga melukai rasa keadilan dan kemanusiaan.
kami melihat secara langsung dan juga dari berbagai media sosial bagaimana tindakan kekerasan yang dilakukan aparat telah melampaui batas kewajaran. Aparat yang seharusnya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat, justru bertindak sebaliknya. Tragedi ini menjadi bukti nyata bahwa masih ada tindakan yang tidak profesional dan tidak humanis dalam penegakan hukum di lapangan. Kami mengecam keras tindakan represif ini dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak berwenang. Kejadian ini harus menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan pemerintah yang berorientasi pada penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan perlindungan rakyat harus benar-benar diimplementasikan di semua lini, bukan hanya sekadar retorika. Insiden ini mencoreng wajah pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru saja berjalan. Kami memandang bahwa kegagalan untuk mengendalikan tindakan represif aparat di daerah akan menjadi preseden buruk bagi masa depan penegakan hukum dan HAM di Indonesia.
Jika hal ini dibiarkan, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan terkikis, dan Indonesia akan kembali dihadapkan pada bayang-bayang masa lalu yang kelam.
Kami menuntut:
Usut tuntas insiden Represifitas pada aksi 27 Agustus 2025 dan 29 Agustus 2025 yang dilakukan oleh oknum kepolisian secara transparan dan adil, serta mengumumkan hasilnya kepada publik dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya.
Berikan Sanksi tegas kepada Aparat yang terbukti bersalah sesuai dengan hukum yang berlaku, baik sanksi pidana maupun sanksi etik.
meminta pertanggung jawaban penuh KAPOLRI atas tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam mengamankan aksi unjuk rasa oleh seluruh elemen masyarakat di Indonesia khususnya di Sumatera utara
meminta KAPOLRI mundur dari jabatannya karena dipandang tidak lagi mampu untuk mengatur aparat kepolisian di tingkatan bawah dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
meminta KAPOLRI untuk mencopot KAPOLDA Sumatera Utara yang dipandang tidak mampu memimpin pasukan sehingga terjadinya tindakan represifitas terhadap massa aksi unjuk rasa di sumatera utara
Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan biarkan tragedi ini berlalu tanpa ada keadilan.
kami akan terus bersuara dan berjuang agar kejadian serupa tidak lagi terulang di masa depan. Kemanusiaan harus ditegakkan, dan nyawa rakyat tidak boleh menjadi harga mati dari sebuah kekuasaan.
Hormat kami,
Aliansi Mahasiswa Sumut bersatu
- Ketum PKC PMII Sumut (Agung Prabowo)
- ketum Badko HMI Sumut (Yusril Mahendra)
- Ketum DPD IMM Sumut ( Rahmat Taufik Pardede)
- ketum HIMMAH Sumut (Kamaludin Nazuli Siregar)
- Ketua PW KAMMI Sumut (Irham Sadani Rambe)
- Ketua GMKI Sumut (Chrisye Sitorus)
- Ketum PMKRI Sumut (Sintong Sinaga)
- Ketum GMNI Sumut (Armando Sitompul
- Korda BEM Nusantara Sumut (Yogi Mahendra)
HIDUP MAHASISWA
SALAM PENEGAKAN HAM
Social Plugin