Hot Posts

6/recent/ticker-posts

KOMPTABAGSEL Geruduk Kantor Kemenag Tapsel Terkait Dugaan Pungli dan Nepotisme


Tapanuli Selatan,-

KOMPTABAGSEL (Konsorsium Mahasiswa dan Pemuda Tapanuli Bagian Selatan) melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Kementerian Agama Tapanuli Selatan (Kemenag Tapsel) terkait dugaan Pungli (Pungutan Liar) Rabu, (01/04).

Koordinator aksi Mahmul Shaleh Harahap menyampaikan, meminta klarifikasi atau penjelasan secara rinci kepada Kemenag Tapsel atas adanya dugaan pemaksaan terhadap pegawai PPPK Kemenag Tapsel untuk melakukan pemotongan gaji tanpa adanya pemberitahuan atau persetujuan yang bersangkutan.

Selain itu, ketua presidium KOMPTABAGSEL Ady Syahputra Husni nasution juga menyampaikan orasinya, "Kami menilai adanya dugaan Kemenag Tapsel telah menyalahgunakan wewenang dan jabatannya, Oleh karena itu kami meminta penjelasan atau klarifikasi atas kebenaran informasi yang kami temukan dilapangan, sebelum kami melakukan langkah-langkah konkrit atau menempuh jalur hukum."

Ditambahkan Ady, merujuk pada PP Nomor 11 Tahun 2017 menekankan manajemen PNS yang profesional. Suami istri tidak boleh ada dalam struktur yang satu menjadi bawahan langsung yang lain.

Potensi Mutasi Jika terjadi konflik rumah tangga yang berdampak pada kinerja kantor, salah satu dari pasangan tersebut dapat dimutasi.

Netralitas Kerja pada Kebijakan ini bertujuan menjaga produktivitas kerja dan mencegah nepotisme di lingkungan kerja ASN. 

Beberapa tuntutan massa aksi unjuk rasa KOMPTABAGSEL diantara lain :

1. Meminta kepada kepala kantor Kemenag Tapsel untuk menjelaskan secara rinci dan jelas terkait dugaan pemaksaan yang kami anggap sebagai Pungutan Liar (Pungli) atas pemotongan gaji pegawai PPPK Kemenag Tapsel oleh Bendahara Kemenag Tapsel yang berkedok untuk uang Koperasi yang mana pemotongan dilaksanakan tanpa persetujuan pegawai tersebut.

2. Meminta kepada Kemenag Tapsel untuk menjelaskan secara rinci dan jelas terkait dugaan pemotongan gaji pegawai Kemenag Tapsel oleh Bendahara Kemenag Tapsel yang kami anggap sebagai Pungutan Liar dengan berkedok untuk uang hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag.

3. Meminta kepada kepala kantor Kemenag Tapsel untuk mencopot salah satu bahkan kedua-duanya yaitu Bendahara dan Kasi Zakat Kemenag Tapsel dimana keduanya adalah pasangan suami istri dengan hubungan tersebut rentan terjadi Kolusi yang berpotensi KKN (Kolusi Korupsi dan Nepotisme) pada keuangan Kemenag Tapsel terutama pengelolaan Zakat pegawai Kemenag yang setiap bulan di potong 2.5% dan kami duga hanya 30% maksimal dari jumlah disalurkan ke BAZNAS Tapsel.

4. Meminta kepada kepala kantor Kemenag Tapsel untuk menjelaskan secara rinci dan jelas terkait status rekening penampungan Kemenag Tapsel yang kami duga pendapatan dari bagi hasil/bunga Bank rekening tabungan tersebut tidak dicatatkan sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

5. Meminta kepada kepala kantor Kemenag Tapsel untuk menjelaskan secara rinci dan jelas terkait dugaan pungli atas pencairan Sertifikasi Guru di Wilayah Kemenag Tapsel.

Setelah berlangsungnya penyampaian orasi, KOMPTABAGSELpada tanggapan atau klarifikasi Kakan Kemenag Tapsel dan bendahara pada aksi unjuk rasa, kami merasa tidak puas dengan jawaban yang kami terima, kami akan berencana kembali melakukan aksi unras didepan kantor Kejari Tapanuli Selatan dengan massa jauh lebih besar, kita mendukung pada pemberantasan yang namanya KKN di negeri yang kita cintai ini.(tim)



 

Posting Komentar

0 Komentar