Hot Posts

6/recent/ticker-posts

KOMP TABAGSEL Gelar Aksi Jilid II, Soroti Lambannya Penanganan Kasus Dugaan Predator Anak di Paluta


 TAPANULI SELATAN,– 

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Konsorsium Mahasiswa Pemuda Tapanuli Bagian Selatan (KOMP-TABAGSEL) kembali menggelar aksi unjuk rasa damai jilid II di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Tapanuli Selatan, Kamis, (15/10/2026).


Mahasiswa mengawal dugaan kasus kekerasan seksual terhadap 11 anak yang terjadi di Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).


Ketua Koordinator Aksi, Mahmul Saleh Harahap, sempat menyayangkan pembatasan ruang bagi massa untuk menyampaikan aspirasi. Mereka dilarang berorasi tepat di depan gerbang utama dan dialihkan ke area parkir serta bahu jalan.


"Kami menilai ini tidak rasional. Tugas polisi adalah menjaga ketertiban umum, termasuk kelancaran jalan masuk ke Polres. Namun, kami justru diminta menyampaikan aspirasi di bahu jalan atau di tempat parkir," ujar Mahmul kepada awak media.


Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan perkara sepele karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Mahmul mendesak agar Polres Tapanuli Selatan memberikan perhatian penuh (atensi) dan tidak mengabaikan kasus ini layaknya tindak pidana ringan.


"Hari ini, 11 anak telah kehilangan marwah dan masa depannya akibat direnggut oleh predator biadab tersebut. Polres Tapsel harus menjadikan ini sebagai atensi utama, bukan bahan bercanda atau dianggap sepele.


Kami berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini sampai korban mendapatkan hak-haknya secara penuh dan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai undang-undang," Tegas Mahmul.


Dalam aksi jilid II ini, KOMP TABAGSEL membawa dua tuntutan utama:


1. Evaluasi Kinerja Satreskrim: Meminta Kapolres Tapanuli Selatan untuk mengevaluasi kinerja jajaran personel Polres Tapsel, khususnya Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), karena dinilai lamban serta kurang profesional dalam menangani kasus anak di Kecamatan Portibi, Paluta.


2. Pemeriksaan Propam: Meminta Kapolres Tapanuli Selatan melalui Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) untuk memeriksa personel Unit PPA atas dugaan ketidakprofesionalan dalam proses penanganan kasus yang dinilai belum menemui kejelasan.


Tanggapan Polres Tapanuli Selatan

Aspirasi mahasiswa tersebut langsung ditanggapi oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tapanuli Selatan. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh dan tidak pernah main-main dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak.


"Polres Tapanuli Selatan tidak pernah dan tidak akan mau bermain mata dengan siapa pun dalam kasus apa pun. Hingga hari ini, kami tetap fokus mengawal perkara ini. Saat ini, penanganan kasusnya sudah kami limpahkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara," Terang Kasat Reskrim.


Ia menambahkan bahwa perkembangan hasil penyidikan nantinya akan disampaikan secara transparan, terutama kepada pihak keluarga korban serta perwakilan mahasiswa. Pihak Polres Tapsel juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian para mahasiswa.


"Kami berterima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah ikut andil dan peduli mengawal kasus predator anak di Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara," tutup Kasat Reskrim.


Ditanggapi, Mahmul juga menegaskan, sesuai dengan pernyataan sikap ini kami akan terus memantau perkembangan kasus ini meskipun ada selentingan kami dengar kasus ini dimutasikan ke polres paluta dan belum ada tindak lanjutnya, dan apabila kami menduga tidak ada progresnya, maka kami akan melanjutkan aksi bahkan membuat laporan tertulis ke Propam Poldasu bahkan ke Mabes Polri karena kasus ini adalah kasus atensi yang harus cepat dan efisien penangannya.


Massa Mahasiswa dari KOMP TABAGSEL membubarkan diri dan meninggalkan Mapolres Tapanuli Selatan dengan tertib dan kondusif.(r02)


Posting Komentar

0 Komentar