Hot Posts

6/recent/ticker-posts

HMI Psp-Tapsel Gelar Diskusi Publik dengan Tema "Peran Semua Pihak Pasca Bencana Banjir Tapanuli Selatan"


 Padangsidimpuan,-

Alam menjerit hingga menumpahkan bencana banjir bandang akibat ulah para oknum-oknum yang hanya mementingkan segelintir elit demi meraup keuntungan bagi "penguasa", masih membekas dan selalu teringat di akhir tahun 2025 khususnya di Tapanuli Selatan masyarakat menjadi korban.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan sebagai organisasi kemahasiswaan membuat forum diskusi dengan tema "Peran Semua Pihak Pasca Bencana Banjir Tapanuli Selatan" sebagai bentuk kepedulian dan komitmen bersama dalam percepatan pemulihan pasca bencana banjir di wilayah Tapanuli Selatan.

Kegiatan diselenggarakan pada hari Jum'at 27 Februari 2026, bertempat di Resto Hotel Natama Syariah Padangsidimpuan dengan tiga narasumber yaitu :

* Dr. Khoiruddin nst, S.E.,M.SP

* Barkah hadamean hrp, M.I.Kom.,NLP

* M. Syukri Nasution, S.E

Disamping menghadirkan narasumber, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Organisasi Cipayung Plus, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Pegiat Lingkungan.

Diskusi publik bertajuk “Peran Semua Pihak Pasca Banjir di Tapanuli Selatan” digelar sebagai ruang konsolidasi gagasan dan komitmen bersama dalam merespons dampak bencana yang melanda Tapanuli Selatan. Kegiatan ini adalah hasil gagasan kepanitiaan diskusi publik yang diamanahkan sebagai ketua panitia Johan Siregar sekaligus Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Pc.HMI PSP-TAPSEL. 

Forum ini menghadirkan tiga pemateri dari latar belakang yang berbeda, dengan satu tujuan yang sama : Memastikan pemulihan tidak berhenti pada wacana, tetapi bergerak menuju langkah konkret dan berkelanjutan.

Pemateri pertama mengangkat tema “Restorasi Ekosistem" : Menjadikan analisis lingkungan sebagai Kompas Pemulihan Tapanuli. Dalam paparannya, ditegaskan bahwa banjir bukan semata musibah alam, melainkan akumulasi dari kerusakan ekologis yang dibiarkan. Pemulihan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi harus diawali dengan audit dan analisis lingkungan yang komprehensif.

Restorasi hutan, normalisasi daerah aliran sungai, serta penguatan regulasi tata ruang menjadi fondasi utama agar Tapanuli Selatan tidak terus-menerus berada dalam siklus bencana. Analisis lingkungan, menurutnya, harus menjadi kompas kebijakan—bukan pelengkap administrasi.

Pemateri kedua membedah persoalan Mengurai hambatan birokrasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam "Proses Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir Tapsel", Ia menyoroti tumpang tindih kewenangan, lambannya distribusi anggaran, hingga prosedur administratif yang berbelit sebagai faktor penghambat percepatan pemulihan. Dalam kondisi darurat, birokrasi tidak boleh berjalan dengan ritme biasa. Sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah harus diperkuat melalui komunikasi intensif, transparansi data, serta mekanisme tanggap darurat yang lebih fleksibel namun tetap akuntabel. Infrastruktur bukan sekadar jalan dan jembatan—ia adalah nadi kehidupan masyarakat yang harus segera dipulihkan.

Pemateri ketiga menutup diskusi dengan tema “Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Banjir Tapsel.” Ia menekankan bahwa dampak banjir tidak hanya merusak fisik wilayah, tetapi juga memukul sektor UMKM, pertanian, dan perdagangan lokal. 

Oleh karena itu, strategi pemulihan ekonomi harus diarahkan pada pemberdayaan pelaku usaha kecil, akses permodalan berbunga rendah, stimulus bagi petani terdampak, serta program padat karya untuk mempercepat perputaran ekonomi. Pemulihan ekonomi harus inklusif, menyentuh lapisan paling bawah, dan memastikan masyarakat bangkit dengan daya tahan yang lebih kuat.

Diskusi ini menegaskan bahwa pemulihan pasca banjir bukan sekadar agenda teknis, melainkan kerja kolaboratif lintas sektor. Ekosistem harus dipulihkan, birokrasi harus disederhanakan, dan ekonomi rakyat harus dikuatkan. 

Ditambahkan Ketua Umum HMI Cabang Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan Ahmad Rasyif Rambe menegaskan bahwa dari forum ini lahir satu kesimpulan tegas : Kebangkitan Tapanuli Selatan hanya mungkin terwujud ketika semua pihak bergerak bersama, dengan visi jangka panjang dan komitmen yang nyata.(andry)


Posting Komentar

0 Komentar