Jakarta,-
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh kepada Prof. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama RI, untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris PW ISNU Sumatera Utara, Dr. Salahuddin Harahap, M.A., didampingi Bendahara PW ISNU Sumatera Utara, Julpian Harahap, S.E., M.Si. Rabu. 26 Agustus 2026.
Menurut Salahuddin, posisi Menteri Agama yang sekaligus memimpin PBNU tidak semestinya dilihat secara subjektif sebagai sesuatu yang negatif. Justru, sepanjang dijalankan sesuai aturan, prinsip tata kelola, dan kepentingan organisasi, hal tersebut dapat menjadi kekuatan sinergitas antara kepemimpinan umat dan pemerintah.
“Jangan melihat rangkap jabatan hanya dari sisi negatif. Kita harus melihat potensi sinergitasnya. Ketika Menteri Agama juga memiliki kapasitas memimpin PBNU, komunikasi dan sinergi dapat semakin kuat dan stabil, tentu dengan tetap menjaga independensi NU,” ujar Salahuddin.
Menurutnya, sejarah NU juga menunjukkan adanya tokoh yang pernah mengemban amanah sebagai Menteri Agama sekaligus berada pada pucuk kepemimpinan NU. Pengalaman sejarah tersebut menjadi bukti bahwa hubungan yang kuat antara kepemimpinan NU dan pemerintahan dapat menghasilkan sinergitas dan daya dorong besar bagi kepentingan umat, selama tetap berada dalam koridor organisasi dan kepentingan bangsa.
Salahuddin menegaskan bahwa kepemimpinan PBNU ke depan harus mampu berdiri di atas seluruh kepentingan warga Nahdliyin.
“NU adalah NU kita bersama. NU bukan milik orang per orang dan bukan pula milik sekelompok orang. Karena itu, PBNU membutuhkan figur yang mampu merangkul seluruh kekuatan dan elemen di dalam NU, bukan mempertajam perbedaan,” tegasnya.
PW ISNU Sumatera Utara meyakini Prof. KH. Nasaruddin Umar memiliki kapasitas keulamaan, intelektualitas, pengalaman pemerintahan, serta jaringan nasional dan internasional yang dibutuhkan untuk menyatukan berbagai kekuatan di tubuh NU.
“Kami yakin Prof. Nasaruddin Umar mampu merangkul semua pihak. Yang dibutuhkan NU ke depan adalah konsolidasi, persatuan, stabilitas, dan kepemimpinan yang dapat menjadi rumah besar bagi seluruh Nahdliyin.”Pungkasnya.
(andry)

0 Komentar