Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Tangisan Seorang Ibu Pecah di Polres Padang Lawas Utara Prov.Sumut, Mahasiswa Mendesak "Usut Tuntas"


Padang Lawas Utara,-

Gabungan Aliansi Mahasiswa (GAM) Tabagsel menggelar aksi unjuk rasa damai di Mapolres Padang Lawas Utara (Paluta), mendesak kepolisian mengambil langkah yang serius atas persoalan dan tuntutan dari massa aksi unjuk rasa, Kamis, 10 September 2026.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan terkait adanya persoalan tanah yang hingga kini belum terselesaikan, persoalan tersebut menjadi perhatian Khususnya di masyarakat kabupaten Padang Lawas Utara.

GAM-Tabagsel meminta Polres Paluta tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut tanpa kepastian. Seluruh informasi, laporan dan bukti yang disampaikan mahasiswa diminta ditelusuri secara objektif dan profesional.

Menurut GAM-Tabagsel, aparat penegak hukum harus berdiri di atas kepentingan hukum, fakta dan alat bukti. Mereka meminta tidak boleh ada pihak yang memperoleh perlakuan khusus karena pengaruh maupun kekuasaan.

Mahasiswa juga meminta pihak yang disebut dalam materi aksi atau tuntutan yaitu inisial ARH ditelusuri dan diperiksa atas terkait dugaan persoalan tanah.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran, telusuri berdasarkan bukti. Kami meminta kepastian hukum dan keadilan,” Tegas Koordinator aksi.

Ketua DPRD Paluta Dukung Aspirasi

Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara turut menyatakan dukungan terhadap aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang merasa tertindas tidak boleh dibiarkan dan persoalan yang menyangkut hak warga harus mendapat perhatian serta ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum.

Pernyataan tersebut memperkuat tuntutan GAM-Tabagsel agar persoalan yang disampaikan tidak berhenti sebatas aksi demonstrasi.

Suasana aksi semakin emosional ketika mahasiswa menghadirkan seorang ibu yang disebut sebagai korban dalam persoalan pertanahan tersebut, Tangisan seorang Ibu Pecah hingga membanjiri pipinya untuk meminta keadilan di negeri ini.

Koordinator aksi menilai momen tersebut menunjukkan bahwa di balik konflik pertanahan terdapat masyarakat yang mengaku mengalami kerugian dan tekanan. Mahasiswa meminta polisi menggali seluruh keterangan para pihak secara objektif, bukan hanya melihat persoalan dari sisi administrasi dan dokumen.

Ditanggapi, Pihak Polres Padang Lawas Utara menyatakan kita akan menindaklanjuti atas aspirasi dan tuntutan adik-adik mahasiswa, kita juga siap mengawal dan menelusuri persoalan yang disampaikan adik-adik mahasiswa.

Aliansi GAM-Tabagsel menegaskan akan terus mengkawal perkembangan persoalan tersebut. Mahasiswa meminta kepada pihak Kepolisan membuktikan komitmennya melalui langkah-langkah yang konkret, transparan dan berdasarkan bukti-bukti.(R02)

Posting Komentar

0 Komentar