Hot Posts

6/recent/ticker-posts

BPBD Medan Rangkul Relawan, Penanggulangan Bencana Ditegaskan Sebagai Urusan Bersama


 MEDAN, — 

Penanggulangan bencana di Kota Medan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesiapsiagaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari relawan, tenaga medis, mahasiswa hingga komunitas yang berada paling dekat dengan masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam pertemuan dan koordinasi penanggulangan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan bersama sejumlah organisasi dan komunitas relawan di halaman parkir Kantor BPBD Kota Medan, Jumat (11/9/2026).

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Tim Kerja Lingkup Kesiapsiagaan/Analis Kebencanaan Ahli Muda, Muhammad Yamin Daulay, SE mewakili Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari.

Dalam pertemuan itu, BPBD memaparkan sejumlah potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kota Medan sekaligus membangun koordinasi dengan para relawan sebagai bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana.

Yamin menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi agar penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, penanggulangan bencana harus dipersiapkan secara terencana, terpadu dan terkoordinasi.

“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama,” ucapnya. 

Koordinasi ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara BPBD dengan jaringan relawan. Sebab, ketika bencana terjadi, kecepatan informasi, respons awal dan kemampuan bergerak di lapangan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko terhadap masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran BPBD Kota Medan, Danru/Wadanru Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Medan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Palang Merah Indonesia (PMI), FAJI Kota Medan, Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran USU, STIKes Mitra Husada, mahasiswa serta berbagai komunitas dan relawan penanggulangan bencana se-Kota Medan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa jejaring kebencanaan di Kota Medan tidak hanya bertumpu pada perangkat pemerintah. Relawan dan komunitas memiliki peran strategis, terutama dalam mendukung edukasi, kesiapsiagaan, respons darurat hingga membantu masyarakat ketika terjadi bencana.

Suasana pertemuan berlangsung cair dan penuh keakraban. Diskusi dipandu Wahyudinata Simangunsong, Komandan Regu II, bersama Bayu Nugraha Anggawinata.

Melalui koordinasi tersebut, BPBD Kota Medan berharap komunikasi dan sinergi dengan seluruh unsur relawan semakin kuat sehingga setiap potensi bencana dapat dihadapi dengan kesiapan yang lebih baik. (rel)

Posting Komentar

0 Komentar