Hot Posts

6/recent/ticker-posts

KKN UINSU 2026 Hadirkan Beragam Program Pengabdian di Desa Merek Kabupaten Karo


 

Kabupaten Karo, — 

Sebanyak 33 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Merek, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, selama satu bulan, terhitung sejak 29 Juli hingga 29 Agustus 2026. Kegiatan KKN yang tergabung dalam kelompok KKN Desa Merek 2026 ini mengusung tema “Dari Mahasiswa untuk Warga, Dari Warga untuk Kemajuan Bersama” dengan tagline “Mengabdi dengan Hati, Membangun dengan Aksi”. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, sosial, keagamaan, hingga penguatan kepedulian terhadap lingkungan dan potensi desa.

Kelompok KKN Desa Merek 2026 terdiri atas mahasiswa dari empat fakultas di UINSU, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Budi Sastra Panjaitan, M.Hum. Selama berada di Desa Merek, mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat, perangkat desa, sekolah, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya untuk menjalankan program kerja yang telah disusun.

Pada kegiatan harian, mahasiswa menjalankan program KKN Goes to School melalui pendampingan belajar dan pemberian motivasi kepada siswa di tingkat Sekolah Dasar. Selain itu, terdapat kegiatan Senam Sehat dan Gotong Royong yang dilaksanakan setiap Minggu sebagai bentuk penerapan ekoteologi melalui kebiasaan hidup sehat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa juga mengikuti kegiatan “Dari Ladang untuk Negeri: Belajar Bertani Bersama Petani Lokal” dengan terjun langsung ke kebun atau ladang warga untuk belajar mengenai aktivitas pertanian dan kehidupan masyarakat setempat. Di sisi lain, kegiatan Saturday Night dilakukan dengan membeli makanan dari UMKM di sekitar desa sebagai bentuk interaksi sekaligus dukungan terhadap usaha masyarakat lokal.

Pada awal pelaksanaan KKN, mahasiswa mengadakan Paway pada 30 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan dengan berkeliling desa, berbincang bersama warga, serta mengajak masyarakat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan selama KKN. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat Desa Merek sejak awal kedatangan.

Dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter, mahasiswa melaksanakan program “Ramah, Rukun, dan Bebas Bully: Edukasi Anak Cinta Damai” pada 5 Agustus 2026. Kegiatan yang ditujukan kepada siswa sekolah dasar ini memberikan edukasi mengenai pentingnya hidup rukun, saling menghargai, menjaga sikap, serta menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan. Selanjutnya, pada 12 Agustus 2026, mahasiswa melaksanakan program “Generasi Hebat: Edukasi Bahaya Pelecehan, Pernikahan Dini, dan Penyimpangan Sosial” bagi siswa SMP. Materi yang diberikan membahas berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti predator online dan grooming melalui media sosial maupun game online, kaitan kehamilan tidak diinginkan dengan pernikahan dini, pengaruh konten media sosial terhadap perilaku menyimpang, serta bahaya sextortion dan ancaman penyebaran foto atau video pribadi.

Semangat kebersamaan juga terlihat melalui program “Semarak Merah Putih: Bersama Merayakan Kemerdekaan, Bersama Membangun Desa” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan sosial dan rasa kebersamaan di Desa Merek.

Selain kegiatan pendidikan dan sosial, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap peningkatan literasi masyarakat melalui program “Literasi Anti-Scam & Penipuan Digital untuk Warga Desa”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 ini ditujukan kepada warga desa dan pemuda dengan memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk penipuan digital serta cara mengenali dan menghindari modus penipuan yang semakin berkembang di lingkungan masyarakat.

Dalam bidang pengembangan generasi muda dan kesehatan, mahasiswa melaksanakan program “Planning Future” pada 19 Agustus 2026 sebagai bentuk edukasi kepada siswa sekolah dasar agar mulai mengenal pentingnya merencanakan masa depan sejak dini. Sementara itu, pada 27 Agustus 2026 dilaksanakan program wajib “Edukasi Makan Bergizi dan Penanggulangan Stunting” yang memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya pola makan bergizi dan kebiasaan hidup sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Sebagai salah satu bentuk pengabdian yang meninggalkan jejak fisik di Desa Merek, mahasiswa juga melaksanakan program Sapta Pesona berupa pembuatan Tugu Desa Merek. Pengerjaan tugu dilakukan pada 20 hingga 27 Agustus 2026 dengan memuat identitas “DESA MEREK – HORAS MEJUAH-JUAH – KKN UINSU 26”. Pembuatan tugu tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi penanda dan kenang-kenangan dari pelaksanaan KKN di Desa Merek.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara mahasiswa dengan pemerintah desa, sekolah, pemuda, dan masyarakat. Dukungan dari berbagai pihak turut membantu mahasiswa dalam menjalankan program kerja selama berada di Desa Merek. Kepala Desa Merek, Juasmen Munthe, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran dan pengabdian mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dikenang oleh mahasiswa setelah kembali ke daerah masing-masing.

“ nanti kalau datang ke Merek lagi pas sudah sukses, bisa lihat tugu itu dan ingat bahwa kita pernah mengabdi di sini,” ujar Juasmen Munthe.

Bagi mahasiswa KKN Desa Merek 2026, pelaksanaan KKN bukan hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga menjadi pengalaman untuk belajar secara langsung dari masyarakat. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami kehidupan, kebutuhan, dan potensi masyarakat secara lebih dekat.

Setelah satu bulan melaksanakan pengabdian, rangkaian KKN Desa Merek 2026 resmi berakhir pada 29 Agustus 2026. Kehadiran mahasiswa di Desa Merek meninggalkan berbagai pengalaman, kegiatan, serta kenangan yang diharapkan dapat terus diingat oleh kedua belah pihak. Tugu Desa Merek yang dibangun selama pelaksanaan KKN menjadi salah satu jejak yang dapat dikenang, sekaligus pengingat bahwa mahasiswa UINSU pernah hadir, belajar, dan mengabdi bersama masyarakat Desa Merek.

Melalui semangat “Mengabdi dengan Hati, Membangun dengan Aksi”, KKN Desa Merek 2026 diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga meninggalkan kesan baik dan hubungan yang tetap terjalin setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.(RYAN/R03)

Posting Komentar

0 Komentar