Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Aksi Aliansi TAMU di Kanwil Ditjenpas Sumut Berujung tanpa Tanggapan, Ketua Aliansi TAMU Ancam Bawa Persoalan ke Kementerian !!!


 MEDAN,– 

Aksi unjuk rasa yang digelar Tatanan Aktivis Mahasiswa Unggulan (TAMU) di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara terkait dugaan maraknya peredaran narkoba di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan menuai kekecewaan, Rabu. 04 November 2026.


Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan serius, mulai dari pemeriksaan Kalapas, KPLP dan seluruh pegawai, hingga mendesak rotasi menyeluruh terhadap jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan.


Namun, mahasiswa menyayangkan tidak adanya pihak Kanwil Ditjenpas Sumut yang berani memberikan tanggapan secara langsung terhadap tuntutan yang disampaikan massa aksi.

Kondisi tersebut semakin memperkuat kekecewaan mahasiswa. TAMU menilai persoalan dugaan peredaran narkoba di dalam lapas merupakan masalah serius yang tidak boleh disikapi dengan diamnya pejabat berwenang.


Ketua Tatanan Aktivis Mahasiswa Unggulan (TAMU) menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai di sini. Apabila tuntutan mahasiswa terus diabaikan, TAMU memastikan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat Kementerian yang membidangi pemasyarakatan di Republik Indonesia.


"Kami datang untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas dugaan maraknya peredaran narkoba di Lapas Padangsidimpuan. Namun, sangat disayangkan tidak ada pihak Kanwil Ditjenpas Sumut yang berani memberikan tanggapan terhadap tuntutan mahasiswa. Jangan anggap persoalan ini selesai hanya karena mahasiswa sudah meninggalkan kantor," Tegas Ketua TAMU.


Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ke tingkat pusat, termasuk mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan dan jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Padangsidempuan.


"Jika Kanwil Ditjenpas Sumut tidak mampu memberikan jawaban, maka kami akan membawa persoalan ini langsung ke Kementerian. Kami tidak ingin pemberantasan narkoba di dalam lapas hanya menjadi slogan, sementara dugaan peredarannya terus menjadi persoalan," Tegas Koordinator Aksi.


TAMU menegaskan, lembaga pemasyarakatan seharusnya menjadi tempat pembinaan warga binaan, bukan justru menjadi ruang yang diduga masih dimasuki dan digunakan untuk penyalahgunaan narkoba.


Mahasiswa meminta Kementerian segera turun tangan, melakukan evaluasi, serta memastikan dugaan peredaran narkoba di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan diusut secara transparan dan menyeluruh.


Aliansi TAMU akan terus mengawal persoalan ini hingga ke tingkat Kementerian dengan membawa massa jauh lebih besar, Tutup Ketua TAMU.


Untuk perimbangan dalam pemberitaan awak media akan mencoba mendapatkan informasi dan klarifikasi dari pihak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara dan Lapas Kelas IIB Kota Padangsidimpuan terkait aksi tuntutan dari mahasiswa.(r02)


Posting Komentar

0 Komentar